Mau diubah? Tinggallah didalam Tuhan

 


Di balik rupa roti…
Tuhan hadir.

Terimalah dan Makanlah....
Ia mau tinggal didalam kamu....

👉 Baca selengkapnya:


Renungan Harian – Jumat, 24 April 2026 (Paskah III)

PF St. Fidelis dari Sigmaringen, Imam dan Martir
Warna Liturgi: Putih

Daftar Bacaan:
Kis 9:1-20
Mzm 117:1.2
Yoh 6:52-59


Ayat Emas:

"Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia." (Yoh 6:56)


Renungan:

Dalam perjalanan iman, ada saat-saat di mana kita merasa sudah cukup: kita percaya, kita berdoa, kita datang ke gereja. Namun di kedalaman hati, mungkin masih ada jarak....kita mengenal Tuhan, tetapi belum sungguh hidup di dalam-Nya. Kita berada “dekat”, tetapi belum “bersatu”.

Hari ini Sabda Tuhan membawa kita masuk lebih dalam lagi dalam Injil Yohanes. Yesus tidak hanya berkata bahwa Ia adalah Roti Hidup, tetapi menegaskan sesuatu yang jauh lebih radikal: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Ini bukan sekadar ajakan untuk percaya, tetapi undangan untuk bersatu....untuk hidup dalam relasi yang intim dengan Dia.

Tidak heran orang-orang Yahudi saat itu bertanya dan bahkan bertengkar. Perkataan ini terlalu sulit untuk diterima. Namun Yesus tidak menarik kembali sabda-Nya. Ia justru menegaskannya. Mengapa? Karena kasih-Nya tidak setengah-setengah. Ia tidak hanya ingin dekat dengan kita....Ia ingin tinggal di dalam kita, dan kita di dalam Dia.

Bacaan Pertama memberi gambaran nyata tentang perubahan radikal ini. Saulus, yang sebelumnya menganiaya jemaat, berjumpa dengan Yesus dan hidupnya berubah total. Ia tidak hanya “percaya” secara intelektual, tetapi seluruh hidupnya dibalikkan. Ia dibaptis, dipenuhi Roh Kudus, dan segera mewartakan Yesus. Dari penentang menjadi pewarta. Dari musuh menjadi alat pilihan Tuhan.

Di sinilah kita melihat: perjumpaan sejati dengan Kristus selalu membawa perubahan hidup. Dan Ekaristi adalah jalan yang Yesus berikan agar kita terus tinggal di dalam-Nya. Bukan hanya sekali mengalami, tetapi terus-menerus dipersatukan dengan Dia yang adalah sumber hidup.

Maka hari ini, pertanyaannya menjadi sangat pribadi: Apakah sikap seperti orang-orang Yahudi itu masih terjadi pada jaman kita sekarang? Jawabannya: sangat mungkin....bahkan sering, hanya dalam bentuk yang berbeda. Ada yang melihat Ekaristi dengan kacamata logika semata: “Masa roti bisa menjadi Tubuh Kristus?” 

Ada juga yang menganggapnya sekadar simbol, bukan kehadiran yang nyata. Bahkan tidak sedikit yang mengenal Yesus, aktif dalam kehidupan Gereja, tetapi belum sungguh percaya bahwa Ia hadir secara nyata dalam Ekaristi. 

Tanpa sadar, kita bisa berada di posisi yang sama: mengenal, tetapi belum mempercayai sepenuhnya.

Maka hari ini, Sabda Tuhan mengajak kita untuk melangkah lebih dalam....dari sekadar memahami menuju percaya, dari sekadar hadir menuju tinggal. Iman bukan soal mengerti semuanya, tetapi membuka hati untuk menerima misteri kasih Allah. Beranikah kita percaya bahwa Yesus sungguh memberikan diri-Nya bagi kita, dan ingin tinggal di dalam hidup kita?

Jangan berhenti pada percaya....tinggallah dalam Yesus, dan biarkan hidup-Nya mengubah hidupmu.


Marilah Berdoa:

Bapa yang penuh kasih,
Engkau memanggil aku bukan hanya untuk mengenal-Mu,
tetapi untuk tinggal di dalam-Mu.
Sering kali aku berhenti pada iman yang dangkal,
tanpa sungguh membuka hidupku bagi-Mu.
Tariklah aku lebih dalam kepada Putra-Mu, Yesus,
agar aku hidup dalam Dia,
dan Dia hidup di dalam aku.
Perbaruilah hatiku setiap hari dan tuntunlah aku menuju hidup yang kekal.
Amin.


Catatan Katekese Singkat:

Redemptoris Missio (Paus Yohanes Paulus II) menegaskan:
“Iman bertumbuh ketika ia dihidupi sebagai pengalaman kasih yang diterima dan dibagikan.” (RM 2)

Ekaristi adalah puncak pengalaman itu: kita tidak hanya percaya kepada Kristus, tetapi menerima-Nya, tinggal di dalam-Nya, dan diubah oleh kasih-Nya.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati