Kisah Nikodemus Belum Selesai: Setelah Malam Menemukan Arah, Kini Jalan Keselamatan Terbentang
“Malam Nikodemus” menunjukkan arah hidup…
dan hari ini Tuhan membuka jalan menuju hidup kekal.
👉Baca selengkapnya:
Renungan Harian – Selasa, 14 April 2026 | Masa Paskah II
Warna Liturgi: Putih
Daftar Bacaan:
- Kisah Para Rasul 4:32-37
- Mazmur 93:1ab.1c-2.5
- Yohanes 3:7-15
Ayat Emas:
"Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan." (Yoh 3:14)
Renungan:
Percakapan Yesus dengan Nikodemus belum selesai. Jika kemarin kita diajak masuk ke dalam misteri “dilahirkan kembali,” hari ini Yesus membawa kita lebih jauh.... masuk ke sumber dari hidup baru itu sendiri.
Nikodemus masih bertanya, masih mencoba memahami, tetapi Yesus tidak berhenti. Ia menuntunnya melampaui akal, masuk ke dalam iman.
Yesus mulai menyingkapkan sesuatu yang lebih dalam: bahwa hidup baru itu tidak berdiri sendiri. Ia berasal dari Dia yang “turun dari surga.” Artinya, kelahiran baru bukan sekadar pengalaman rohani, melainkan perjumpaan dengan Pribadi....Yesus sendiri, yang datang membawa hidup Allah ke dalam dunia manusia.
Namun yang mengejutkan, Yesus tidak hanya berbicara tentang Roh, tetapi tentang salib. “Anak Manusia harus ditinggikan.” Ia mengacu pada kisah Musa, ketika orang-orang yang memandang ular yang ditinggikan diselamatkan.
Kini Yesus menyatakan bahwa keselamatan itu akan terjadi melalui diri-Nya sendiri....melalui pengorbanan-Nya.
Di sinilah misteri bahwa hidup baru yang dijanjikan itu mengalir dari salib. Bukan karena usaha kita, bukan karena kita sudah cukup baik, tetapi karena Yesus menyerahkan diri-Nya bagi kita. Dan jalan untuk menerimanya sederhana namun mendalam, yaitu percaya. Percaya bukan sekadar tahu, tetapi menyerahkan diri....memandang kepada-Nya dengan iman.
Bacaan pertama hari ini menunjukkan buah dari iman itu. Komunitas pertama hidup dalam kesatuan, berbagi tanpa pamrih, dan tidak ada yang berkekurangan. Itu bukan hasil aturan, tetapi buah hati yang telah disentuh oleh kasih Kristus.
Ketika seseorang sungguh percaya, hidupnya berubah....relasinya dengan Tuhan dan dengan sesama dipulihkan.
Hari ini kita diajak melangkah lebih dalam: bukan hanya ingin dilahirkan kembali, tetapi berani percaya kepada Yesus yang “ditinggikan” bagi kita. Mungkin kita masih seperti Nikodemus.....bertanya, ragu, mencoba memahami. Namun iman tidak selalu dimulai dari mengerti, tetapi dari memandang kepada-Nya dan percaya.
Memandang Yesus yang ditinggikan dengan iman membuka jalan menuju hidup kekal.
Marilah Berdoa
Ya Bapa yang penuh kasih,
Engkau telah mengutus Putra-Mu turun ke dunia
untuk menyelamatkan kami.
Ajarlah kami untuk percaya dengan sungguh,
bukan hanya dengan pikiran, tetapi dengan hati yang berserah.
Ketika kami memandang salib-Mu,
bukalah mata iman kami
agar kami menerima hidup baru yang Engkau janjikan.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Catatan Katekese Singkat
“Salib adalah kurban Kristus yang unik, ‘Pengantara antara Allah dan manusia’; tetapi karena dalam kodrat ilahi-Nya Ia telah mempersatukan diri dengan setiap manusia, Ia menawarkan kepada semua orang kemungkinan untuk mengambil bagian dalam misteri Paskah.” (KGK 618):
Hidup baru yang dijanjikan Yesus bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dialami melalui persatuan dengan pengorbanan-Nya di salib.
Terima kasih telah membaca renungan hari ini.
Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,
agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Komentar
Posting Komentar