Terang Kristus membebaskan manusia dari kegelapan dan mengutusnya untuk hidup dalam kebenaran.
👉Baca Selengkapnya:
Renungan Harian – Rabu, 15 April 2026 (Paskah II)
Warna Liturgi: Putih
Daftar Bacaan:
- Kis 5:17-26
- Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9
- Yoh 3:16-21
Ayat Emas:
"Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh 3:16)
Renungan:
Ada satu kebenaran sederhana yang sering kita lupakan:
gelap itu tidak pernah benar-benar “ada”.
Gelap hanya muncul… ketika terang tidak hadir.
Begitu juga dalam hidup kita.
Sering kita berkata:
“Aku lagi dalam kegelapan.”
“Aku jatuh lagi.”
“Aku jauh dari Tuhan.”
Tapi kalau jujur…
bukan karena kegelapan yang menguat,
melainkan karena kita menjauh dari terang.
Sabda Tuhan hari ini menunjukkan bahwa Allah tidak tinggal diam melihat manusia terpenjara. Dalam Kisah Para Rasul, para rasul sungguh dipenjara....tetapi Allah sendiri membebaskan mereka.
Penjara kita bukan secara fisik, tetapi secara batin. Betapa sering kita memilih diam dengan alasan “tidak enak”, “tidak mau menyinggung”, atau “biar aman saja”. Kita melihat yang tidak benar, tetapi kita berkata “ya… sudahlah”.
Kita ingin berubah, karena hati nurani kita tahu kebenaran. Namun ada bagian dalam diri kita yang masih takut dan tetap aman dalam kegelapan.
Dan tanpa sadar, kita hidup dalam “kegelapan” itu.
Padahal sebenarnya,
bukan karena kita tidak punya terang....,
tetapi karena kita tidak mau datang kepadanya.
Injil hari ini berbicara sangat tegas:
Terang itu sudah datang ke dunia.
Yesus adalah terang itu.
Ia datang bukan untuk menghakimi,
tetapi untuk menyelamatkan.
Namun ada satu hal yang sering kita tidak mau beranjak, karena "zone aman" perlahan membentengi:
Karena datang kepada terang berarti siap untuk dilihat apa adanya.
Terang tidak menghukum....,tetapi terang menyingkapkan. Ketika seseorang berani datang kepada terang, sesuatu yang baru terjadi. Ia tidak lagi hidup dalam ketakutan.Ia tidak lagi dikuasai masa lalu.
Inilah yang dialami para rasul.Setelah dibebaskan, mereka tidak kembali bersembunyi. Mereka justru kembali ke Bait Allah dan mewartakan Injil dengan berani.
Mengapa?
Karena mereka sudah mengalami:
terang tidak hanya membebaskan…
tetapi juga mengutus.
Hari ini, Tuhan mengundang kita dengan sangat pribadi untuk membereskan hidup sendiri dulu.
Satu langkah sederhana: "datang kepada terang"
dan satu hal ini pasti:
terang tidak untuk melawan gelap, tetapi ketika terang hadir… dan kegelapan lenyap.
Kegelapan tidak pernah menguasai hidupmu, jika saat ini kamu menjauh dari terang, datanglah kembali.... dan terang Kristus akan membebaskan serta mengutusmu.
Marilah Berdoa:
Bapa yang penuh kasih,
Engkau mengutus Putra-Mu sebagai terang bagi dunia.
Seringkali kami memilih bersembunyi dalam kegelapan kami sendiri.
Hari ini kami datang kepada-Mu apa adanya.
Terangilah hati kami, bebaskan kami dari ketakutan,
dan berilah kami keberanian untuk hidup dalam kebenaran-Mu.
Amin.
Catatan Katekese Singkat:
Pemikiran Agustinus dari Hippo membantu kita memahami makna kegelapan dalam hidup rohani. Ia mengatakan bahwa kejahatan bukanlah sesuatu yang “diciptakan”, melainkan privatio boni yaitu ketiadaan kebaikan.
Artinya:
Kejahatan bukanlah kekuatan yang berdiri sendiri
Kejahatan muncul ketika kebaikan tidak hadir
Sama seperti gelap bukan lawan terang, tetapi ketiadaan terang
Dalam terang ini, kita mengerti bahwa hidup dalam dosa bukan berarti kita “dikuasai kekuatan gelap”, melainkan kita sedang menjauh dari terang Allah.
Terima kasih telah membaca renungan hari ini.
Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,
agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Komentar
Posting Komentar