Ia melihat-Nya dan percaya.


Ia melihat dan percaya… (Yoh 20:8)

Sering kali hidup terasa gelap, penuh luka dan kegagalan.
Namun Paskah mengingatkan kita: kubur bukan akhir.

Mari belajar melihat dengan iman… dan percaya. Selamat Paskah 2026

👉 Baca selengkapnya:

Renungan Harian – Minggu, 05 April 2026 – Minggu Paskah (Hari Raya Kebangkitan Tuhan)

Warna Liturgi: Putih

Daftar Bacaan:
Kis 10:34a.37-43; Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23; Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9


Ayat Emas:

"Maka masuklah juga murid yang lain itu… ia melihatnya dan percaya." (Yoh 20:8)


Renungan:

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berada dalam situasi “gelap” ..... bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. 

Ada saat-saat ketika harapan terasa hilang, doa seakan tidak dijawab, dan masa depan tampak tidak pasti. 

Kita berjalan seperti Maria Magdalena di pagi hari itu: membawa duka, kebingungan, dan pertanyaan yang belum terjawab.

Sering kali hidup juga terasa seperti berada dalam “kubur”: hidup terasa mati, hati yang lelah, luka yang belum sembuh, atau dosa yang terus berulang. 

Kita ingin berubah, tetapi seolah tidak punya kekuatan untuk bangkit. Dalam keadaan seperti itu, kita mudah berpikir bahwa semuanya sudah terlambat.

Namun Injil hari ini mengajak kita masuk ke dalam pengalaman para murid yang berlari menuju kubur kosong. Mereka belum sepenuhnya mengerti, namun mereka melihat tanda-tanda: kain kapan terlipat rapi, kubur yang kosong. 

Di tengah ketidakmengertian yang dilakukan dalam iman, “Ia melihatnya dan percaya.” Iman tidak selalu lahir dari penjelasan yang lengkap, tetapi dari hati yang terbuka terhadap karya Allah.

Di sinilah kita melihat wajah kasih Allah yang begitu lembut. Allah tidak menunggu manusia memahami segalanya terlebih dahulu. 

Ia hadir dalam tanda-tanda sederhana, dalam keheningan, dalam pengalaman yang perlahan membuka mata iman kita. Kebangkitan Kristus adalah kabar bahwa tidak ada kegelapan yang terlalu dalam bagi terang Allah. Bahkan saat kita masih bingung dan belum mengerti, Tuhan tetap bekerja dalam diam, menyiapkan hidup baru bagi kita.

Tuhan Yesus yang bangkit adalah pusat dari seluruh karya keselamatan. Seperti yang dikatakan oleh Petrus dalam Kisah Para Rasul, Ia adalah Dia yang “dibunuh dan digantung pada kayu salib, tetapi Allah telah membangkitkan-Nya.” 

Kebangkitan ini menegaskan bahwa dosa dan maut dikalahkan oleh-Nya. 

Mengalami kebangkitan Kristus berarti berani bangkit dari “kematian” dalam hidup kita: meninggalkan dosa, mengampuni, berharap kembali, dan membuka hati kepada kasih Allah.

Tuhan Yesus datang untuk mencari yang hilang, mengangkat yang jatuh, dan memberi hidup baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Mungkin pelan, mungkin jatuh lagi, tetapi setiap langkah kembali kepada Tuhan adalah tanda bahwa hidup baru sedang tumbuh.

Hari ini kita diundang untuk menjadi seperti murid yang dikasihi itu: berani masuk, melihat, dan percaya. Percaya bahwa di balik setiap “kubur kosong” dalam hidup kita.....kegagalan, kehilangan, luka.....Allah sedang bekerja menghadirkan kehidupan baru. 

Jangan terus tinggal dalam kegelapan "kubur kosong", tetapi bukalah hati untuk terang kebangkitan-Nya bersinar menerangi.

Belas kasih Allah selalu lebih besar daripada dosa manusia.


Marilah Berdoa:

Allah Bapa yang penuh kasih,
Engkau telah membangkitkan Putra-Mu, Tuhan Yesus, dari kematian,
dan membuka jalan kehidupan bagi kami.
Teguhkanlah iman kami di tengah keraguan,
terangilah hati kami di saat kegelapan,
dan mampukan kami untuk melihat karya-Mu dalam hidup kami.
Semoga kami semakin percaya dan hidup sebagai saksi kebangkitan-Mu.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


Catatan Katekese Singkat:

Kebangkitan Kristus adalah pusat iman Kristiani. “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kamu” (lih. 1Kor 15:17). Katekismus Gereja Katolik menegaskan bahwa Kebangkitan adalah kebenaran puncak iman kita, yang sekaligus meneguhkan keilahian Kristus dan menjamin keselamatan kita (KGK 638). Oleh karena itu, iman akan kebangkitan bukan hanya keyakinan intelektual, tetapi panggilan untuk hidup baru dalam Kristus.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati