Dia Mengenal Namamu, Ikutilah Panggilan-Nya


Dia mengenal namamu.
Dia memanggilmu.

Kamu mau mendengar… atau terus berjalan sendiri?

👉 Baca selengkapnya:

Renungan Harian – Minggu Panggilan, 26 April 2026 (Paskah IV)

Warna Liturgi: Putih

Daftar Bacaan:
Kis 2:14a.36-41
Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
1Ptr 2:20b-25
Yoh 10:1-10


Tema: 

Yesus adalah Gembala yang mengenal kita dan memanggil kita untuk mengikuti-Nya menuju hidup yang sejati.

Ayat Emas:
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yoh 10:10)


Renungan:

Dalam hidup, tidak jarang kita merasa seperti berjalan tanpa arah. Kita mencoba banyak hal, mengikuti berbagai suara....nasihat, tren, keinginan hati....namun tetap ada kegelisahan yang tidak terjawab. Kita ingin hidup yang penuh, tetapi sering kali justru tersesat di tengah banyaknya pilihan.

Hari ini, dalam Injil Yohanes, Yesus memakai gambaran yang sangat dekat dengan hidup: gembala dan domba. Ia berkata bahwa domba mengenal suara gembalanya, dan mengikuti dia. Ini bukan sekadar gambaran, tetapi undangan untuk relasi yang hidup....relasi di mana kita mengenal suara Tuhan di tengah banyaknya suara lain.

Masalahnya, tidak semua suara membawa hidup. Yesus dengan tegas berkata bahwa ada “pencuri” yang datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Dalam hidup kita, “suara asing” itu bisa berupa godaan, ambisi yang tidak terarah, luka yang belum disembuhkan, atau nilai-nilai dunia yang menjauhkan kita dari Tuhan. Tanpa sadar, kita bisa mengikuti suara-suara itu dan menjauh dari sumber hidup yang sejati.

Namun kabar sukacita hari ini adalah: Yesus tidak hanya memanggil kita....Ia mengenal kita secara pribadi. Ia memanggil kita dengan nama kita. Ia berjalan di depan, bukan di belakang. Ia tidak memaksa, tetapi mengundang. Dan lebih dari itu, Ia sendiri menjadi “pintu”....jalan keselamatan bagi kita.

Bacaan pertama menunjukkan bagaimana orang-orang yang mendengarkan pewartaan Petrus tersentuh hatinya dan bertanya, “Apa yang harus kami perbuat?” 

Inilah awal perubahan: hati yang terbuka dan siap mendengarkan suara Tuhan. Dan ketika mereka merespons dengan pertobatan, hidup mereka berubah.

Hari ini, pertanyaannya menjadi sangat pribadi: suara siapa yang kita ikuti? Apakah kita sungguh mengenal suara Yesus dalam hidup kita? 

Mengenal dan mendengarkan suara Yesus bukan sesuatu yang jauh atau sulit, tetapi membutuhkan hati yang mau berhenti dan peka. Suara-Nya tidak selalu terdengar keras, melainkan hadir dalam keheningan doa, dalam Sabda yang kita renungkan, dan dalam dorongan lembut di dalam hati yang membawa damai. Tuhan Yesus mengatakan bahwa domba-domba-Nya mengenal suara-Nya....artinya ada relasi yang dibangun dari waktu ke waktu. 

Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin kita belajar membedakan suara-Nya dari suara lain. Suara Yesus tidak membingungkan atau menyesatkan, tetapi menuntun, meneguhkan, dan membawa kita kepada kebenaran. Ia mengajak, bukan memaksa; menenangkan, bukan menekan; dan selalu mengarah pada hidup yang lebih penuh di dalam-Nya.

Kenali suara-Nya. Ikuti Dia. Di sanalah hidup sejati dimulai.


Marilah Berdoa:

Bapa yang penuh kasih,
Engkau mengenal aku lebih dalam daripada aku mengenal diriku sendiri.
Sering kali aku tersesat karena mengikuti suara-suara lain.
Hari ini aku rindu kembali mendengarkan suara Putra-Mu, Yesus.
Bukalah hatiku agar aku peka terhadap panggilan-Nya,
dan berani mengikuti jalan yang Ia tunjukkan.
Tuntunlah aku menuju hidup yang sejati dan kekal.
Amin.


Catatan Katekese Singkat:

Paus Fransiskus mengajarkan:
Kita dipanggil untuk menemukan kembali sukacita Injil yang lahir dari perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus.

Bersama Kristus sukacita senantiasa dilahirkan kembali. Dalam Seruan ini saya ingin mendorong umat Kristiani untuk mengawali bab baru evangelisasi yang ditandai oleh sukacita ini, seraya menunjukkan jalan-jalan baru bagi perjalanan Gereja di tahun-tahun mendatang. (EG 1)

Mengikuti suara Sang Gembala bukan sekadar kewajiban iman, tetapi jalan menuju sukacita dan hidup yang penuh dalam Kristus.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini menyentuh hati Anda, bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Selamat berjumpa dengan Tuhan melalui Sabda-Nya setiap hari.

Tuhan memberkati.


Bonus Aplikasi Renungan Minggu Panggilan: 







Komentar