Ia Telah Bangkit, Jangan Takut!.
Sering kali kita masih hidup dalam “kubur” kita sendiri......luka lama, dosa, ketakutan, dan keputusasaan.
Namun hari ini, Tuhan Yesus berkata: “Jangan takut!”
Ia telah bangkit… dan Ia juga ingin membangkitkan hidupmu.
👉Baca selengkapnya:
Renungan Harian – Sabtu, 04 April 2026 – Sabtu Pekan Suci (Vigili Paskah)
Warna Liturgi: Putih
Daftar Bacaan:
- Bacaan I: Kej 1:1–2:2
- Mazmur: Mzm 104
- Bacaan II: Kej 22:1–18
- Bacaan III: Kel 14:15–15:1
- Epistola: Rom 6:3–11
- Injil: Mat 28:1–10
Ayat Emas:
"Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya." (Mat 28:6)
Renungan:
Dalam hidup, kita sering berada di “hari Sabtu” kehidupan....,masa hening, gelap, penuh ketidakpastian.
Ada saat ketika harapan terasa terkubur, doa seakan tak terjawab, dan hati diliputi ketakutan. Kita seperti para perempuan dalam Injil, datang ke kubur dengan duka dan kebingungan, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun Sabda Allah hari ini membuka mata iman kita. Dari kisah penciptaan, kita melihat bahwa sejak awal Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik dan penuh tujuan.
Bahkan ketika manusia jatuh, Allah tidak meninggalkannya. Dalam kisah Abraham, kita belajar bahwa iman sering diuji, tetapi Allah selalu menyediakan jalan. Dalam pembebasan Israel dari Mesir, kita melihat bahwa Allah sanggup membuka jalan di tengah situasi yang mustahil.
Dan puncaknya ada dalam Injil: kubur yang kosong. Tuhan Yesus yang disalibkan kini bangkit. Ketakutan para perempuan berubah menjadi sukacita. Tangisan berubah menjadi pewartaan. Allah menunjukkan bahwa tidak ada kegelapan yang mampu mengalahkan terang-Nya, tidak ada kematian yang mampu menahan kehidupan dari-Nya.
Kebangkitan Tuhan Yesus adalah karya keselamatan yang sempurna. Ia tidak hanya mengalahkan maut, tetapi juga memulihkan harapan manusia.
Ia datang mencari kita yang sering “mati” dalam dosa, dalam keputusasaan, dalam luka batin.
Dan hari ini Ia berkata: “Jangan takut!” Sebuah undangan untuk percaya bahwa hidup kita tidak pernah berakhir dalam kubur.
Maka, kita pun diundang untuk bangkit bersama Dia. Bangkit dari dosa, dari ketakutan, dari hidup yang tanpa arah. Membuka hati bagi rahmat Allah yang memperbarui.
Seperti para perempuan itu, kita pun diutus untuk membawa kabar sukacita: bahwa Tuhan hidup, dan Ia hadir dalam hidup kita.
Paus Fransiskus mengajarkan, jangan sampai hidup kita menjadi seperti masa Prapaskah tanpa Paskah, tetapi biarlah sukacita iman tetap menyala, bahkan sebagai secercah cahaya yang lahir dari keyakinan bahwa kita dicintai tanpa batas oleh Allah.
Allah tidak pernah lelah menantikan manusia kembali kepada-Nya.
Marilah Berdoa:
Ya Allah Bapa yang penuh kasih,
Engkau telah membangkitkan Putra-Mu, Tuhan Yesus,
dan membuka jalan kehidupan bagi kami.
Di saat kami diliputi ketakutan dan keraguan,
teguhkanlah iman kami untuk percaya kepada-Mu.
Bangkitkanlah kami dari kelemahan dan dosa,
agar kami hidup sebagai anak-anak terang
dan menjadi saksi kasih-Mu di dunia.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Catatan Katekese Singkat:
Kebangkitan Kristus adalah pusat iman Kristiani. Katekismus Gereja Katolik menegaskan: “Kebangkitan Yesus adalah kebenaran puncak iman kita akan Kristus, yang diimani dan dihidupi sebagai kebenaran utama oleh Gereja sejak awal” (KGK 638). Karena kebangkitan-Nya, kita memiliki harapan baru dan hidup baru dalam Allah.
Terima kasih telah membaca renungan hari ini.
Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,
agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Komentar
Posting Komentar