Tahu… Tapi Tidak Melakukan?
Renungan Harian – Kamis, 30 April 2026 (Paskah IV)
Warna Liturgi: Putih
Daftar Bacaan:
Mzm 89
Yoh 13:16-20
Ayat Emas:
"Jika kamu tahu semua ini, berbahagialah kamu jika kamu melakukannya." (Yoh 13:17)
Renungan:
Bacaan Injil hari ini, Yesus berkata:
“Berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.”
Ini bukan sekadar ajakan.
Ini adalah konfrontasi.
Karena hari ini kita dipaksa jujur:
kita ini benar-benar murid… atau hanya orang banyak yang mengikuti-Nya?
Kita tahu ajaran Tuhan.
Kita tahu apa yang benar.
Kita tahu bagaimana seharusnya hidup.
Tapi pertanyaan Yesus juga menjadi pertanyaan sederhana bagi kita hari ini:
Kenapa kita tidak melakukannya?
Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus tidak hanya berbicara. Ia berlutut. Ia membasuh kaki. Tuhan menjadi hamba.....
Lalu Ia berkata:
“Aku sudah memberi teladan.”
Artinya jelas:
kita tidak bisa lagi bersembunyi di balik alasan.
Namun mari jujur…
Kita sering memilih berhenti di pengetahuan… daripada taat melakukan perintah-Nya.
Kita lebih nyaman mendengar… daripada berubah.
Kita aktif melayani… tetapi menolak dikoreksi.
Semuanya itu tidak begitu saja terjadi, tetapi ada hal yang belum tersingkap didalam diri kita, atau kita tahu tetapi enggan melepaskannya sehingga menjadi halangan bagi kita.
Melalui sabda Tuhan hari ini, Ia mau supaya kita melihat dan menyadari dari kedalaman hati kita:
kita tahu mengampuni… tapi masih menyimpan luka
kita tahu rendah hati… tapi masih mempertahankan ego
kita tahu melayani… tapi masih mencari dihargai
Dan tanpa sadar…
kita kelihatan hidup seperti murid tetapi hati kita belum sungguh menjadi murid.
Yesus berkata:
“Seorang hamba tidak lebih tinggi dari tuannya.”
Kalau Tuhan saja merendahkan diri,
lalu siapa kita sampai masih mempertahankan diri?
Kalau Tuhan saja melayani,
kenapa kita masih memilih dilayani?
Kalau Tuhan saja taat sampai salib, kenapa kita berhenti saat salib kehidupan kita didepan kita?
Hari ini, tidak ada ruang untuk alasan.
Sabda Tuhan sangat jelas:
tahu tidak cukup.
Yang Tuhan cari bukan orang yang mengerti, tetapi orang yang mau taat.
Bukan orang yang banyak bicara tentang iman, tetapi yang hidup dari iman itu.
Jangan hanya jadi pengikut, tetapi jadilah murid yang melakukan teladan Tuhan Yesus dalam hidup sehari-hari.
Tahu tanpa melakukan adalah ilusi iman.
Mulailah menghidupi Sabda didalam dunia nyata.
Marilah Berdoa
Tuhan Yesus,
aku tahu banyak tentang Engkau, tetapi hidupku belum sungguh mengikuti-Mu.
Aku sering memilih nyaman,
daripada taat.
Aku sering memilih aman,
daripada berubah.
Hari ini, hancurkan kekerasan hatiku.
Bongkar semua kepura-puraanku.
Ajarlah aku bukan hanya untuk mendengar,tetapi untuk melakukan kehendak-Mu.
Berilah aku keberanian untuk mati terhadap diriku sendiri, dan hidup sebagai murid-Mu yang sejati.
Amin.
Catatan Katekese Singkat:
Dalam iman Katolik, iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati (bdk. Yak 2:17).
Mengikuti Kristus bukan soal pengetahuan rohani,
tetapi partisipasi nyata dalam hidup-Nya:
kerendahan hati, pelayanan, dan ketaatan.
Yesus tidak mencari pengagum—
Ia memanggil murid.
Dan murid adalah mereka yang:
mendengar,
percaya,
dan melakukan.

Komentar
Posting Komentar