Di Jalan Emausmu, Tuhan Ada di Dekatmu, Mengapa Kamu Tidak Mengenali-Nya?

 

Tuhan tidak pernah jauh…
Dia berjalan bersamamu di setiap langkah hidupmu.

Bukan Dia yang tidak hadir,
tetapi hati kita yang tidak mengenali-Nya.

👉 Baca selengkapnya:


Renungan Harian – Minggu, 19 April 2026 (Paskah III)

Warna Liturgi: Putih

Daftar Bacaan:
Kis 2:14.22-33
Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11
1Ptr 1:17-21
Luk 24:13-35


Ayat Emas:

"Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan?" (Luk 24:32)


Renungan:

Ada saat-saat dalam hidup ketika kita berjalan, tetapi hati terasa kosong. Kita tetap melangkah, berbicara, bahkan beraktivitas melakukan hari-hari kita seperti biasa, tetapi di dalam diri ada kekecewaan, harapan yang terasa sirna, dan meninggalkan pertanyaan yang tak kunjung  terjawab. Seperti dua murid menuju Emaus, kita pun pernah merasa bahwa apa yang kita harapkan dari Tuhan seolah tidak terjadi.

Dalam Injil hari ini, dua murid itu berjalan pulang kampung, menjauh dari Yerusalem yang adalah pusat iman dan komunitas. Mereka berbicara tentang Yesus, tetapi tidak lagi mengenal-Nya. Ironisnya, Yesus sendiri berjalan bersama mereka, tetapi mata mereka tertutup. Betapa sering kita mengalami hal yang sama: Tuhan hadir, tetapi kita tidak menyadari-Nya.

Keselamatan selalu dimulai dari inisiatif Allah. Bahkan ketika manusia menjauh, tetapi justru mendekati kita dalam kebingungan dan kerapuhan kita. Melalui Putra-Nya, Allah tetap mencari dan menyelamatkan yang hilang. Tuhan Yesus mendekat, menyapa, mendengarkan, dan kemudian menjelaskan Kitab Suci supaya manusia mengerti dan kembali kepadaNya.Sabda itulah yang mengubah hati, bukan hanya informasi , tetapi formasi hati: dari mengerti Kitab Suci hati menjadi percaya. 

Puncaknya terjadi saat pemecahan roti. Mata mereka terbuka. Mereka mengenali Yesus. Hati mereka yang tadinya dingin kini berkobar-kobar. Di sinilah karya keselamatan Yesus menjadi nyata: Ia bukan hanya bangkit, tetapi hadir secara pribadi untuk memulihkan iman yang goyah dan menghidupkan kembali harapan yang mati.

Pengalaman itu mengubah segalanya. Mereka tidak lagi tinggal dalam kekecewaan. Mereka bangkit dan kembali ke Yerusalem. Perjumpaan dengan Yesus selalu membawa perubahan: dari putus asa menjadi harapan, dari menjauh menjadi kembali, dari diam menjadi bersaksi.

Hari ini, kita pun diundang untuk membuka hati. Mungkin kita sedang berjalan dalam kebingungan, luka, atau kekecewaan. Namun Yesus yang bangkit sedang berjalan bersama kita. Ia berbicara melalui Sabda-Nya dan hadir dalam Ekaristi. Pertanyaannya: apakah kita mau mengenali-Nya?


Tuhan tidak pernah meninggalkan....,Ia berjalan bersamamu hari ini, kenali kehadiran-Nya dalam Sabda dan Ekaristi, biarkan  Dia buat hatimu kembali berkobar.


Marilah Berdoa

Bapa yang penuh kasih,
di saat hati kami lemah dan mata kami tertutup, Engkau tetap datang mendekat.
Bukalah hati kami agar kami mengenali Putra-Mu dalam Sabda dan Ekaristi.
Bangkitkan kembali iman kami yang redup,
dan tuntunlah kami untuk kembali kepada-Mu dengan hati yang berkobar.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


Catatan Katekese Singkat

Kisah Emaus menunjukkan bagaimana Sabda dan Ekaristi menjadi tempat perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Hal ini sejalan dengan ajaran Gereja:

“Gereja selalu menghormati Kitab Suci sama seperti Tubuh Tuhan sendiri, sebab terutama dalam liturgi suci, ia tanpa henti menyajikan kepada umat beriman roti kehidupan dari meja Sabda Allah dan Tubuh Kristus.” (KGK 103)

Sabda dan Ekaristi tidak terpisahkan: keduanya membuka mata iman kita untuk mengenali Yesus yang hidup dan hadir.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Komentar