Bukan Sekadar Tahu… Tetapi Mengenal-Nya

 


Ia sudah ada di depanmu… tetapi apakah kamu sungguh mengenal-Nya?

Saatnya mengalami pemurnian iman… dari dalam hati.

👉 Baca selengkapnya:


Renungan Harian – Selasa, 28 April 2026 (Paskah IV)

Warna Liturgi: Putih

Daftar Bacaan:
Kis 11:19-26
Mzm 87
Yoh 10:22-30


Ayat Emas:

"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku." (Yoh 10:27)


Renungan:

Injil hari ini terjadi dalam suasana yang sangat khusus: Hari Raya Pentahbisan Bait Allah, atau Hanukkah.

Perayaan ini adalah momen pemurnian...ketika Bait Allah ditahirkan kembali dan umat Israel memperbarui iman mereka kepada Allah.

Namun justru di tengah suasana yang suci itu, terjadi sesuatu yang mengusik hati.

Orang-orang bertanya kepada Yesus:
“Jika Engkau Mesias, katakanlah terus terang.”

Sebuah pertanyaan yang kelihatannya tulus…
tetapi menyimpan satu kenyataan yang dalam tentang kepercayaan mereka.

Mereka merayakan pemurnian iman…
namun tidak mengenali Tuhan yang berdiri di depan mereka.

Yesus menjawab dengan tegas:
“Aku telah mengatakannya, tetapi kamu tidak percaya.”

Sabda Tuhan hari ini tidak hanya menceritakan peristiwa itu…
tetapi mengajak kita masuk ke dalamnya.

Kita pun diundang mengalami “Hanukkah pribadi”:
sebuah pemurnian iman di dalam hati kita.

Karena tanpa sadar, kita bisa:

  • dekat dengan Gereja, tetapi jauh dari Tuhan
  • aktif melayani, tetapi tidak sungguh mendengarkan suara-Nya
  • tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum sungguh mengenal-Nya

Kita bisa berada di tempat yang “suci”…
namun hati kita tetap tertutup.

Yesus memberikan tanda yang sangat jelas:
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku… Aku mengenal mereka… dan mereka mengikut Aku.”

Di sinilah letak iman yang sejati.

Bukan sekadar tahu tentang Yesus,
tetapi mengenal-Nya dalam relasi yang hidup....melalui hati yang mendengar,
dan hidup yang mau mengikuti.

Mendengarkan berarti belajar diam di hadapan-Nya:
dalam doa, dalam Sabda, dalam keheningan yang jujur.

Mengikuti berarti melangkah dalam ketaatan, meskipun tidak selalu mudah,
meskipun harus berubah.

Namun iman Katolik mengajak kita masuk ke relasi yang lebih dalam.

Ia hadir dan menyapa kita secara nyata dalam kehidupan Gereja-Nya…
melalui Sabda yang diwartakan,
dan melalui sakramen-sakramen yang memurnikan dan menghidupkan kita....
terutama dalam Ekaristi.

Di sanalah kita tidak hanya mendengar tentang Dia,
tetapi sungguh mengalami kehadiran-Nya yang nyata.

Maka hari ini, marilah kita sungguh mendengar suara Tuhan yang memanggil kita....dan melakukannya dalam keseharian kita.

Jangan biarkan suara itu tertutup oleh kesibukan.
Jangan biarkan hati kita tertutup oleh ego, kebiasaan, dan kenyamanan.

Biarkan Tuhan memurnikan hati kita dari dalam.

Karena pada akhirnya,
bukan mereka yang banyak bertanya tentang Yesus yang mengalami hidup....

tetapi mereka yang mendengar, mengenal, dan mengikuti suara-Nya.

Dan dari sanalah hidup yang sejati benar-benar dimulai.


Marilah Berdoa:

Bapa yang penuh kasih,
sering kali aku merasa sudah mengenal-Mu,
namun hatiku masih tertutup dan penuh keraguan.

Aku sibuk dengan banyak hal, tetapi jarang sungguh mendengarkan suara-Mu.

Hari ini aku rindu dimurnikan oleh kasih-Mu...

membersihkan hatiku dari segala yang menghalangi aku untuk percaya.

Bukalah telingaku agar peka terhadap suara Putra-Mu,
dan berilah aku keberanian untuk mengikuti-Nya dengan setia,
dalam hidup sehari-hari dan dalam kehidupan Gereja-Mu.

Amin.


Catatan Katekese Singkat

Dalam Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus menegaskan bahwa iman sejati lahir dari perjumpaan dengan kasih Allah yang lebih dahulu mencari kita.

Karena itu, iman bukan hanya soal pengetahuan atau identitas,
melainkan jawaban hati yang terbuka terhadap kasih Tuhan.

Pemurnian iman terjadi ketika kita kembali kepada relasi itu hidup dalam Sabda, dipersatukan dalam sakramen, dan dibentuk menjadi murid yang sungguh mengikuti Kristus.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini menyentuh hati Anda, bagikan kepada keluarga atau sahabat, agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Selamat berjumpa dengan Tuhan melalui Sabda-Nya setiap hari. 

Tuhan memberkati.

Komentar

  1. Syukur puji Tuhan atas renungan hari ini sungguh menyentuh hati sy...Bukalah telinga hati mata iman sy agar bisa mendengar suaraMu Tuhan..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati