Tuhan Yesus datang sebagai terang yang membuka mata hati manusia.
👉 Baca selengkapnya:
Renungan Harian – Minggu, 15 Maret 2026 – Minggu Prapaskah IV
Warna Liturgi: Ungu
Daftar Bacaan:
Bacaan I: 1Sam 16:1b.6-7.10-13a
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Bacaan II: Ef 5:8-14
Bacaan Injil: Yoh 9:1-41
Ayat Emas:
“Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yohanes 9:5)
Renungan:
Tidak semua kebutaan terjadi pada mata. Banyak orang dapat melihat dengan jelas secara fisik, tetapi hatinya tertutup oleh prasangka, kesombongan, atau ketakutan.
Kita pun sering mengalami hal itu. Kita mudah menilai orang dari luar, mudah menghakimi keadaan hidup seseorang, atau merasa sudah cukup benar sehingga tidak lagi mau dibimbing oleh Allah.
Tanpa disadari, kita dapat hidup dalam dunia, tetapi berjalan dalam kegelapan hati.
Sabda Allah hari ini mengingatkan bahwa cara pandang Allah berbeda dari manusia. Dalam bacaan pertama, Allah memilih Daud bukan karena penampilan, melainkan karena hatinya. “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
Dalam Injil, Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir. Mukjizat ini bukan sekadar penyembuhan fisik, tetapi tanda bahwa Allah ingin membuka mata batin manusia agar dapat melihat kebenaran.
Yang sangat indah dari kisah ini adalah perjalanan iman orang yang disembuhkan itu. Ia bukan hanya mengalami kesembuhan mata, tetapi juga pembukaan mata hatinya.
Pada awalnya ia hanya mengenal Yesus secara sederhana. Ia berkata, “orang yang bernama Yesus.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa pengenalannya masih sebatas mendengar dari kata orang, seperti seseorang yang baru pertama kali mendengar nama Tuhan Yesus dari kesaksian atau pewartaan. Namun benih kecil iman itu tidak berhenti di sana.
Kemudian pengenalannya bertumbuh. Ia mulai berkata bahwa Yesus adalah seorang nabi, artinya ia mulai menyadari bahwa Allah sungguh berkarya melalui Dia.
Perjalanan iman itu mencapai puncaknya ketika ia akhirnya berjumpa kembali dengan Tuhan Yesus dan berkata dengan penuh iman, “Aku percaya, Tuhan!” Inilah perjalanan iman yang juga sering terjadi dalam hidup manusia.
Mukjizat ini bukan hanya penyembuhan, tetapi tanda yang menjelaskan, siapa sesungguhnya Tuhan Yesus: Terang yang membuka mata manusia untuk mengenal Allah.
Banyak orang pertama-tama mengenal Yesus hanya dari kata orang, dari kesaksian, pewartaan, atau cerita iman yang mereka dengar. Tetapi kesaksian itu menjadi benih iman.
Ketika hati terbuka dan pengalaman hidup mulai disentuh oleh rahmat Allah, pengenalan itu perlahan bertumbuh hingga seseorang akhirnya dapat berkata dengan penuh keyakinan: Yesus bukan lagi sekadar cerita yang kudengar, tetapi Tuhan yang hidup dan menjadi Penyelamat pribadiku.
Di sinilah wajah kasih Allah dinyatakan. Tuhan Yesus tidak hanya menyembuhkan orang yang buta itu, tetapi juga mencarinya ketika ia diusir dan ditolak oleh orang-orang lain.
Allah tidak meninggalkan mereka yang disingkirkan oleh dunia. Ia mendekati, memulihkan, dan memberi martabat baru kepada mereka yang dianggap kecil.
Di hadapan Allah, tidak ada hidup yang terlalu gelap untuk diterangi.
Melalui Injil ini, Tuhan Yesus mengundang kita memasuki perjalanan yang sama: dari kegelapan menuju terang. Santo Paulus berkata, “Dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.”
Pertobatan berarti membiarkan terang Kristus menyingkapkan apa yang tersembunyi dalam hati kita; egoisme, luka batin, atau dosa yang masih kita sembunyikan. Hanya dengan kerendahan hati kita dapat berkata seperti orang yang disembuhkan itu: “Aku tadinya buta, tetapi sekarang aku melihat.”
Masa Prapaskah adalah waktu rahmat untuk membuka mata hati kita kembali. Ketika kita datang kepada Tuhan dengan kejujuran, Ia akan menuntun kita keluar dari kegelapan menuju terang hidup yang baru.
Terang Kristus selalu mampu membuka mata hati manusia yang mau percaya kepada-Nya.
Marilah Berdoa
Allah Bapa yang penuh kasih,
Engkau mengetahui kegelapan yang sering menyelimuti hati kami.
Sering kali kami merasa melihat,
namun sebenarnya kami masih berjalan dalam kebutaan rohani.
Bukalah mata hati kami dengan terang Sabda-Mu.
Tuntunlah kami agar semakin mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus,
Sang Terang dunia.
Semoga dalam hidup sehari-hari
kami belajar berjalan sebagai anak-anak terang,
mencerminkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
Catatan Katekese Singkat
Iman adalah rahmat yang menerangi hati manusia untuk mengenal Allah. Iman bukan hanya hasil usaha manusia, tetapi terutama karya Allah yang membuka mata batin manusia sehingga mampu menerima kebenaran-Nya. Karena itu, manusia dipanggil untuk dengan bebas menanggapi terang rahmat tersebut dalam hidupnya. (KGK 153).
Terima kasih telah membaca renungan hari ini.
Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,
agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Komentar
Posting Komentar