Keluar dari Kubur: Dipanggil untuk Hidup dalam Roh.
Sabda yang sama, yang menghidupkan Lazarus juga berkuasa menghidupkan kembali apa yang sudah mati dalam hidup kita.
👉 Baca selengkapnya:
Renungan Harian – Minggu, 22 Maret 2026 – Minggu Prapaskah V
Warna Liturgi: Ungu
Daftar Bacaan:
Yeh 37:12-14 | Mzm 130:1-2.3-4b.4c-6.7-8 | Rom 8:8-11 | Yoh 11:1-45
Ayat Emas:
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yoh 11:25)
Renungan:
Dalam hidup, kita tidak selalu berada dalam terang. Ada masa di mana hati terasa gelap, harapan melemah, dan langkah terasa berat.
Kita mungkin tetap menjalani aktivitas, tetapi batin terasa kosong.....,seolah hidup, tetapi tidak sungguh hidup. Dalam keadaan seperti ini, kita sebenarnya sedang berada dalam “kubur” batin: terikat oleh dosa, luka, atau keputusasaan.
Sabda Allah hari ini menyingkapkan sebuah kebenaran besar: Allah tidak tinggal diam melihat manusia terkurung dalam kematian.
Dalam nubuat Yehezkiel, Allah berfirman bahwa Ia sendiri akan membuka kubur umat-Nya dan memberikan Roh-Nya agar mereka hidup.
Janji ini mencapai kepenuhannya dalam Tuhan Yesus ketika Ia membangkitkan Lazarus. Ini bukan sekadar mukjizat, tetapi tanda bahwa Allah berkuasa menghidupkan kembali apa yang sudah mati....,termasuk hidup rohani kita.
Lebih dalam lagi, kita melihat hati Tuhan Yesus. Ia tidak hanya berkuasa, tetapi juga mengasihi. Ia menangis di depan kubur Lazarus. Allah yang kita imani adalah Allah yang masuk ke dalam penderitaan manusia, bukan Allah yang jauh dan tidak peduli.
Ia merasakan kesedihan kita, memahami luka kita, dan datang untuk memulihkan kita.
Ketika Tuhan Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!”, sabda itu bukan sekadar suara.....melainkan kuasa yang memberi hidup. Inilah inti iman kita: Sabda Tuhan tidak hanya untuk mengajar, tetapi menghidupkan.
Ia memanggil setiap kita keluar dari “kubur” dosa, ketakutan, dan keputusasaan. Ia memanggil tidak saat kita merasa "hidup" dan kuat, tetapi justru datang saat kita merasa "mati" dan tidak berdaya.
Jika saat ini kita sedang menangis, itu bukan sebagai tangis kesedihan seakan berada diujung kematian, tetapi tangis bahagia yang adalah awal untuk kehidupan baru karena kita mendengarkan Sabda-Nya.
Masa Prapaskah adalah saat rahmat untuk mendengar panggilan itu. Mungkin ada “batu” yang menutup hidup kita: rasa bersalah, luka lama, atau kebiasaan dosa.
Tuhan Yesus berkata, “Angkat batu itu!” Ia mengundang kita untuk membuka penghalang hati, supaya Sabda-Nya hidup.
Pertobatan bukan hasil usaha manusia semata, tetapi pertama-tama atas rahmat Allah yang lebih dahulu datang-memanggil dan manusia mendengarkan lalu melakukan.
Hari ini, Tuhan memanggil kita untuk hidup kembali.
Mungkin kita merasa mati sudah terlalu lama & “berbau”, sudah terlalu jauh, terlalu rusak.
Tetapi Tuhan Yesus bukan berkata, “Sudah terlambat.”
Tetapi Ia berkata: “Marilah ke luar.”
Hari ini, bukan besok.....
Tuhan memanggil kita untuk hidup kembali.
Jangan takut keluar dari “kubur” hidupmu.
Roh Allah yang sama, yang membangkitkan Yesus dari kematian, kini tinggal dalam dirimu dan memberi hidup baru.
Allah tidak pernah lelah menantikan manusia kembali kepada-Nya.
Marilah Berdoa:
Ya Allah Bapa yang penuh kasih,
Engkau adalah sumber kehidupan sejati.
Kami sering terjebak dalam dosa, ketakutan, dan keputusasaan, sehingga hidup kami terasa seperti dalam kegelapan.
Utuslah Roh-Mu yang menghidupkan, agar kami bangkit dari segala yang mematikan jiwa kami.
Teguhkan iman kami kepada Putra-Mu, Tuhan Yesus,
yang adalah kebangkitan dan hidup.
Bimbinglah kami untuk berani meninggalkan hidup lama, dan berjalan dalam terang kasih-Mu setiap hari.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Catatan Katekese Singkat
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa tanda-tanda yang dilakukan Tuhan Yesus memberi kesaksian bahwa Ia diutus oleh Bapa dan mengundang manusia untuk percaya (KGK 548). Dalam Injil, tanda-tanda itu terjadi melalui Sabda-Nya, sehingga tampak bahwa Sabda Kristus bukan sekadar kata-kata, melainkan Sabda yang berkuasa, yang menghadirkan kehidupan dan keselamatan.”
Terima kasih telah membaca renungan hari ini.
Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,
agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Komentar
Posting Komentar