Tidak Mengalami Maut: Janji Tuhan Yesus yang Mengubah Hidup
Tinggallah dalam Dia…dan maut tidak lagi berkuasa atas hidupmu.
👉 Baca selengkapnya:
Renungan Harian – Kamis, 26 Maret 2026 – Kamis Prapaskah V
Warna Liturgi: Ungu
Daftar Bacaan:
Kej 17:3-9
Mzm 105:4-5.6-7.8-9
Yoh 8:51-59
Ayat Emas:
“Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” (Yoh 8:51)
Renungan:
Setiap manusia pada dasarnya merindukan hidup dalam keabadian. Di balik ketakutan akan kehilangan, penderitaan, dan kematian, tersembunyi kerinduan terdalam: kerinduan untuk tetap hidup, untuk tetap dikasihi, untuk tidak binasa.
Namun sering kali, kita mencarinya di tempat yang keliru.....dalam hal-hal duniawi yang tidak mampu memberi kepastian sejati.
Dalam bacaan pertama, TUHAN mengikat perjanjian dengan Abraham. Janji itu bukan hanya tentang keturunan dan tanah, tetapi tentang kesetiaan Allah yang menyertai manusia sepanjang zaman.
Allah tidak pernah melupakan janji-Nya. Mazmur menegaskan: “Selama-lamanya TUHAN ingat akan perjanjian-Nya.” Di sinilah dasar pengharapan kita: Allah setia, bahkan ketika manusia sering goyah.
Kesetiaan Allah itu mencapai kepenuhannya dalam diri Tuhan Yesus. Ia tidak hanya berbicara tentang Allah, tetapi menghadirkan Allah itu sendiri di tengah manusia.
Karena itu Ia bersabda: “Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Ini adalah undangan yang sangat pribadi....bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dihidupi.
Namun Tuhan Yesus juga menyingkapkan sesuatu yang lebih dalam: hidup kekal adalah mengenal Allah secara pribadi.
Mengenal di sini bukan sekadar tahu tentang Allah, tetapi hidup dalam relasi dengan-Nya. Relasi itu menjadi nyata ketika kita mendengarkan dan menuruti firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan dari relasi serta ketaatan itulah lahir janji yang begitu agung: kita tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Artinya, hidup kita tidak lagi dikuasai oleh maut, tetapi mulai mengambil bagian dalam hidup Allah sendiri—hidup yang tidak berakhir dan tidak dapat dihancurkan oleh apa pun.
Melalui Sabda-Nya, Tuhan Yesus menyatakan identitas-Nya yang ilahi: “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Ia bukan hanya manusia biasa, tetapi Sabda Allah yang kekal, yang sejak awal bersama Allah dan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita.
Para nabi diutus untuk menyampaikan Sabda, tetapi Tuhan Yesus adalah Sabda itu sendiri yang hadir.
Dan janji keselamatan ini mulai kita alami sejak sekarang, ketika kita hidup dalam persekutuan dengan-Nya. Tuhan Yesus tidak meninggalkan kita berjalan sendiri.
Ia menghadirkan kasih dan pemeliharaan-Nya melalui Gereja-Nya......tempat kita mendengarkan Sabda, menerima rahmat, dan dikuatkan dalam iman. Di dalam Gereja, kita tinggal dalam Dia, dan Ia tinggal dalam kita.
Di sanalah kita dipelihara, sehingga kuasa maut tidak menguasai hidup kita, sebab Tuhan telah berjanji bahwa kuasa maut tidak akan mengalahkan Gereja-Nya.
Maka Sabda hari ini menjadi undangan yang lembut namun mendalam: tinggallah dalam Dia, kenallah Dia, dan turutilah firman-Nya. Di masa Prapaskah ini, kita diajak untuk kembali, melembutkan hati, dan membiarkan hidup kita semakin dibentuk oleh kasih-Nya.
Marilah kita percaya: dalam Tuhan Yesus, kita tidak hanya menemukan jawaban atas kerinduan hidup kita, tetapi juga hidup yang tidak akan berakhir. Ia setia pada perjanjian-Nya, dan dalam Dia kita menerima hidup kekal.
Allah tidak pernah lelah menantikan manusia kembali kepada-Nya.
Marilah Berdoa
Allah Bapa yang penuh kasih,
Engkau setia pada perjanjian-Mu sepanjang masa.
Ajarilah kami untuk sungguh mengenal Engkau
melalui Putra-Mu, Tuhan Yesus Kristus.
Tinggallah dalam hati kami,
agar kami setia mendengarkan dan menuruti firman-Nya,
serta hidup dalam persekutuan dengan Gereja-Mu.
Peliharalah kami dalam kasih-Mu,
agar kami tidak dikuasai oleh maut,
melainkan hidup dalam rahmat-Mu kini dan selamanya.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Catatan Katekese Singkat:
Katekismus Gereja Katolik menegaskan bahwa Gereja adalah tempat di mana karya keselamatan Kristus dihadirkan dan diteruskan. “Gereja adalah sakramen keselamatan, tanda dan sarana persatuan manusia dengan Allah” (KGK 774). Di dalam Gereja, umat beriman dipelihara dalam Sabda dan rahmat, sehingga mengambil bagian dalam hidup ilahi yang membawa kepada hidup kekal.
Terima kasih telah membaca renungan hari ini.
Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,
agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Komentar
Posting Komentar