Kita sedang mengumpulkan atau mencerai beraikan?

 

Kata-kata bisa membangun, kata-kata juga bisa meruntuhkan.

Sering kali tanpa sadar lidah kita menjadi sumber luka, bahkan di dalam komunitas.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan:

"Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

Apakah kata-kata kita hari ini sungguh sedang membangun Kerajaan Allah atau meruntuhkannya?

👉 Baca selengkapnya:


Renungan Harian – Kamis, 12 Maret 2026 – Kamis Prapaskah III

Warna Liturgi: Ungu

Daftar Bacaan:
Bacaan I: Yer 7:23-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9
Bait Pengantar Injil: Yl 2:12-13
Bacaan Injil: Luk 11:14-23


Ayat Emas:

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” (Luk 11:23)


Renungan:

Sabda Tuhan hari ini, jika kita berani meresapkannya, sungguh dapat mengguncang hati kita. Tuhan Yesus berkata dengan sangat jelas: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku; siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” 

Kata-kata ini keras, tetapi justru karena Tuhan mengasihi kita. Ia tidak ingin kita hidup dalam ilusi rohani seolah-olah kita berada di pihak-Nya, padahal sikap dan kata-kata kita justru merusak karya-Nya.

Coba kita jujur melihat kehidupan kita. Berapa kali dalam sehari kita membicarakan orang lain di belakangnya? Berapa kali kita melontarkan komentar yang tajam, menyindir, atau merendahkan? Berapa kali kita membiarkan gosip berkembang, bahkan ikut menambahinya? Sering kali kita menganggap hal itu biasa, padahal di hadapan Tuhan, kata-kata seperti itu dapat menjadi benih perpecahan yang menghancurkan persaudaraan.

Lebih menyedihkan lagi, hal-hal seperti ini tidak jarang terjadi bahkan di dalam komunitas Gereja. Orang yang sama-sama berdoa, sama-sama melayani, dan sama-sama menyebut nama Tuhan, bisa saling melukai dengan kata-kata. 

Ada yang merasa dirinya paling benar. Ada yang merasa harus “menang” dalam perdebatan. Akhirnya komunitas menjadi dingin, relasi retak, dan ada orang yang perlahan menjauh. Kita mungkin tetap berada di dalam komunitas, tetapi tanpa sadar kehadiran kita justru membuat orang lain pergi dengan luka di hatinya.

Hari ini Sabda Tuhan membawa kita untuk refleksi lebih dalam: 
Apakah aku sedang membangun Kerajaan Allah, atau justru sedang meruntuhkannya?

Ketika kata-kataku melukai sesama, apakah aku sungguh sedang bersama Tuhan?
Ketika aku menikmati membicarakan kelemahan orang lain, apakah aku sedang mengumpulkan bersama Tuhan?
Ketika aku mempertahankan ego dan merasa harus menang, apakah aku sungguh sedang berjalan bersama Tuhan Yesus?

Sabda Tuhan hari ini tidak memanggil kita untuk menilai orang lain, tetapi untuk menilai diri sendiri. 

Masa Prapaskah adalah saat rahmat untuk bertobat dari dosa-dosa yang sering kita anggap kecil: lidah yang tidak dijaga, hati yang mudah menghakimi, dan ego yang sulit mengalah. Tuhan Yesus datang untuk mempersatukan, menyembuhkan, dan mengumpulkan umat-Nya. Jika kita sungguh mengikuti-Nya, hidup kita seharusnya menjadi tempat orang lain menemukan damai, bukan luka.

Mungkin hari ini Tuhan tidak pertama-tama meminta kita melakukan hal-hal besar. Ia hanya meminta satu hal sederhana tetapi sangat mendasar: jagalah hatimu dan jagalah lidahmu. 

Karena dari sanalah persatuan atau perpecahan sering dimulai.

Setiap kata yang kita ucapkan hari ini akan ikut menentukan: apakah Kerajaan Allah sedang dibangun, atau justru sedang diruntuhkan.

Allah selalu membuka pintu pertobatan bagi siapa pun yang mau kembali dengan hati yang rendah.


Marilah Berdoa:

Allah Bapa yang penuh belas kasih,
Engkau memanggil kami untuk hidup dalam kasih dan persaudaraan.
Namun sering kali kami melukai sesama dengan kata-kata kami
dan membiarkan kesombongan menguasai hati kami.

Ampunilah kami jika kami pernah menjadi sumber luka bagi sesama.
Sucikanlah hati dan lidah kami,
agar kami tidak menjadi alat perpecahan,
melainkan pembawa damai dan persatuan.

Bimbinglah kami untuk sungguh berjalan bersama Putra-Mu, Tuhan Yesus,
dan membangun Kerajaan kasih-Mu di tengah dunia.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


Catatan Katekese Singkat:

Gereja mengingatkan bahwa dosa tidak hanya dilakukan melalui tindakan, tetapi juga melalui perkataan. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan bahwa seseorang dapat berdosa terhadap sesamanya dengan merusak nama baik orang lain melalui kata-kata, misalnya dengan membuka kesalahan orang tanpa alasan yang benar (detraction) atau dengan menyebarkan tuduhan yang tidak benar (calumny). Perkataan yang menjatuhkan, gosip, dan fitnah dapat melukai martabat sesama serta merusak persaudaraan dalam komunitas. Karena itu orang Kristiani dipanggil untuk menjaga lidahnya agar kata-kata yang keluar dari mulutnya menjadi kata-kata yang membangun, mempersatukan, dan menghadirkan kasih Allah bagi sesama (lih. KGK 2477)


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati