Biarkan Tuhan Menemukanmu

 

Pernah merasa Tuhan jauh… seolah doa tidak didengar, dan hidup berjalan sendiri?

Hari ini Tuhan mengingatkan: “Aku tidak akan melupakan engkau.”

Bahkan ketika kita lelah mencari-Nya, Dia justru datang lebih dulu mencari kita.

👉 Baca selengkapnya:


Renungan Harian – Rabu, 18 Maret 2026 – Rabu Prapaskah IV

Peringatan Fakultatif: Santo Sirilus dari Yerusalem, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Ungu

Daftar Bacaan:
Yes 49:8-15
Mzm 145:8-9.13cd-14.17-18
Yoh 11:25a.26
Yoh 5:17-30


Ayat Emas:

“Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal.” (Yoh 5:24)


Renungan:

Ada saat-saat dalam hidup ketika manusia merasa ditinggalkan. Doa terasa hampa, usaha seakan tidak membuahkan hasil, dan hati bertanya diam-diam: Apakah Allah masih peduli? 

Bahkan orang beriman pun bisa sampai pada titik seperti Sion yang berseru, “TUHAN telah meninggalkan aku.” Dalam kelelahan batin, kita sering merasa sendirian, seolah tidak ada yang memahami pergumulan kita.

Namun Sabda Allah hari ini justru menyingkapkan kenyataan yang berbeda. Melalui Nabi Yesaya, TUHAN berkata dengan penuh kelembutan: Dapatkah seorang ibu melupakan bayinya? Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau.” 

Ini bukan sekadar janji, melainkan penegasan kasih yang tak tergoyahkan. Allah bukan hanya hadir, tetapi Ia setia, mengingat, dan terus bekerja dalam hidup umat-Nya, bahkan ketika manusia tidak merasakannya.

Dalam Injil, Tuhan Yesus menyatakan sesuatu yang lebih dalam lagi: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Allah bukan Pribadi yang diam. Ia terus berkarya, menyelamatkan, menghidupkan, dan memulihkan. Bahkan ketika manusia jatuh dalam dosa atau keputusasaan, Allah tetap bekerja dalam diam, menarik manusia kembali kepada hidup yang sejati. Karya Allah adalah karya kehidupan, bukan kematian.

Lebih jauh, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia datang untuk memberikan hidup kekal. Ia tidak hanya mengajar atau memberi teladan, tetapi menghidupkan

Ia membangkitkan yang mati.....,bukan hanya secara fisik, tetapi juga memulihkan hati yang kering, iman yang redup, dan jiwa yang terluka. Setiap orang yang mendengar dan percaya kepada-Nya, telah mulai mengalami hidup baru, bahkan sejak sekarang.

Masa Prapaskah menjadi undangan untuk membuka hati terhadap karya Allah ini. Bukan kita yang menyelamatkan diri sendiri, tetapi kita yang membiarkan Allah bekerja dalam hidup kita. 

Ketika kita kembali berdoa, bertobat, dan percaya, kita sedang memberi ruang bagi Tuhan Yesus untuk menghidupkan kembali bagian-bagian hidup kita yang mati. Harapan tidak pernah hilang, karena Allah tidak pernah berhenti bekerja.

Paus Fransiskus mengatakan dalam Evangelii Gaudium #3 , "Saya mengajak seluruh umat Kristiani, di mana pun, pada saat ini juga, untuk membarui perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus, atau setidaknya terbuka untuk membiarkan-Nya menjumpai kalian"

Jika sulit bertemu dengan Tuhan, cukup buka saja hatimu, Ia akan datang menemui, karena Ia selalu bekerja untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.


Marilah Berdoa

Allah Bapa yang penuh kasih,
Engkau tidak pernah melupakan kami, bahkan ketika kami menjauh dari-Mu.
Bukalah hati kami agar mampu mendengar sabda Putra-Mu
dan percaya kepada karya keselamatan-Mu dalam hidup kami.

Hidupkan kembali iman kami yang lemah,
pulihkan hati kami yang terluka,
dan tuntun kami untuk berjalan dalam terang-Mu setiap hari.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


Catatan Katekese Singkat

Hidup kekal dimulai sejak sekarang bagi mereka yang percaya kepada Kristus. “Dengan percaya kepada Yesus Kristus, kita sudah mengambil bagian dalam hidup ilahi . Iman bukan hanya janji masa depan, tetapi pengalaman nyata akan hidup baru yang dianugerahkan Allah melalui Tuhan Yesus, yang terus bekerja menyelamatkan manusia hingga kini.(KGK 1020, bdk. 1025)


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita semua. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati