Allah yang berkuasa bertindak Membebaskan

 

Sabda Yesus bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk membebaskan kita dari belenggu yang selama ini kita pelihara.

👉 Baca Selengkapnya:


Renungan Selasa-Pekan Biasa I, 13 JANUARI 2026


Peringatan Fakultatif St. Hilarius, Uskup dan Pujangga Gereja

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan Liturgi:
Bacaan I: 1Sam 1:9-20
Mazmur Tanggapan: 1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd
Bait Pengantar Injil: 1Tes 2:13
Bacaan Injil: Mrk 1:21b-28


Ayat Emas:

“Yesus mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.”
(Mrk 1:22)


Renungan:

Banyak orang pandai berbicara tentang Tuhan. Namun tidak semua perkataan tentang Tuhan membawa kuasa yang membebaskan.

Yesus mengajar di rumah ibadat Kapernaum. Tempat yang religius.
Tempat orang terbiasa mendengar Kitab Suci. Namun ketika Yesus berbicara, orang-orang takjub. Ada sesuatu yang berbeda.

Markus menegaskan perbedaannya:
Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.
Bukan seperti ahli Taurat.

Yesus mengajar dengan hidup-Nya sendiri, ahli Taurat mengajar dengan mengutip.

Yesus menghadirkan Kerajaan Allah, ahli Taurat menjelaskan tentang hukum.

Dan Kuasa-Nya menjadi nyata ketika ditengah pengajaran, muncul seorang yang kerasukan roh jahat.

Ironisnya, itu terjadi ditempat ibadah, dan terjadi ditengah suasana religius.

Hal ini menyadarkan kita:
kehadiran dalam ruang suci, ditengah ibadat dan doa, tidak otomatis membuat manusia bebas, jika melakukannya bukan dengan keterbukaan hati membiarkan Sabda itu bertindak dari dalam. 

Pengetahuan tentang Yesus tidak sama dengan penyerahan kepada Yesus. 

Bahkan roh kegelapanpun tahu siapa Yesus dengan mengatakan:

“Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Maka kita bukan hanya diminta untuk tahu, tapi benar mengenal dan membuka hati untuk Sabda yang menjadi manusia yaitu Yesus, untuk tinggal memperkuasa atas hidup kita.

Di sinilah kita melihat hakikat Sabda Tuhan.
Sabda Tuhan bukan sekadar ajaran moral.
Bukan hanya pengetahuan iman.
Sabda Tuhan adalah kuasa yang membebaskan manusia dari belenggu yang tidak sanggup ia lepaskan sendiri.

Bacaan pertama menyiapkan hati kita untuk memahami hal ini.
Hana masih melihat Tuhan yang besar yang berkuasa bertindak,  meskipun hatinya pedih. Ia tidak melihat masalah yang lebih besar daripada Tuhan. Maka ia datang kepada Tuhan karena ia tidak bisa membebaskan dirinya dari luka dan hinaan yang diterimanya. Ia hanya mencurahkan hatinya di hadapan Tuhan.

Dan dikatakan dalam Kitab Suci berkata:
Tuhan ingat kepadanya.

Allah yang sama kini hadir dalam diri Yesus.
Ia tidak hanya mendengar,
Ia bertindak.
Ia membebaskan.

Hari ini, Injil ini mengajak kita merefleksikan diri:

Berapa banyak Sabda Tuhan yang sudah kita dengar?
Berapa banyak pengajaran yang kita ikuti?
Namun apakah semuanya itu merupakan Sabda yang penuh kuasa yang  sungguh membebaskan hidup kita?

Masih adakah beban hidup dan dosa yang kita simpan rapi, sehingga itu semua menjadi penghambat kuasa itu bekerja?

Jangan kita berada di gereja, mendengar Injil, bahkan melayani, namun tetap terikat akan hal-hal duniawi yang menutupi kuasa Sabda itu bekerja.

Yesus hari ini masih berbicara.
Sabda-Nya masih berkuasa.
Namun Ia tidak memaksa, inilah anugerah Allah yang diberikan kepada manusia, yaitu kebebasan untuk memilih.

Pembebasan terjadi ketika kita berhenti memperlakukan Sabda Tuhan hanya sebagai bahan renungan, maka dari itu, mulai menerimanya sebagai panggilan untuk pertobatan, sehingga perubahan hidup  terjadi, itulah Sabda yang berkuasa.


Marilah berdoa:

Tuhan Yesus,
aku sering mendengar Sabda-Mu,
namun tidak selalu membiarkannya mengubah hidupku.

Aku lebih suka ajaran yang menenangkan
daripada Sabda yang menuntut pertobatan.
Aku lebih nyaman dengan kebiasaan
daripada kebebasan sejati.

Hari ini aku datang kepada-Mu.
Bebaskan aku dengan Sabda-Mu.
Usirlah setiap belenggu dalam hidupku
yang menghalangiku untuk mengasihi dan taat sepenuhnya.

Berkatalah, Tuhan,
dan aku ingin menjadi sungguh merdeka. Amin.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini.

Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada keluarga atau sahabat,

agar semakin banyak orang mengalami sapaan kasih Tuhan.

Tuhan memberkati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati