Pergi dari “dunia lama” dalam diri



RENUNGAN RABU, 03 DESEMBER 2025

Masa Adven I – PW Santo Fransiskus Xaverius

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22-23

Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1.2

Bait Pengantar Injil: Mat 28:19a.20b

Bacaan Injil: Mrk 16:15-20

Ayat Emas:

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus
16:15)


Renungan

Masa Adven selalu mengajak kita untuk bukan hanya menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga membuka ruang agar Ia sungguh hadir dalam hati kita. Injil hari ini menampilkan amanat agung Yesus yang bangkit kepada para murid-Nya:

“Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil.”

Dulu saya berpikir perintah ini hanya untuk para murid zaman itu, yang kemudian diteruskan oleh para imam, biarawan-biarawati, dan para pewarta resmi Gereja. Namun dalam perjalanan iman saya, saya semakin menyadari bahwa amanat ini ditujukan kepada semua orang yang telah disentuh kasih Tuhan.

Evangelii Nuntiandi 21 menegaskan bahwa:

Gereja ada untuk mewartakan Injil; itulah identitas dan tugas utamanya.

Jika Gereja ada untuk mewartakan Injil, dan kita adalah bagian dari Gereja, maka itu berarti tugas kita semua.

Tetapi perintah “pergilah” tidak selalu berarti pergi ke negara lain atau wilayah yang jauh. Dalam konteks Adven, Tuhan mengundang kita pergi dari “dunia lama” dalam diri kita:
– dunia amarah
– dunia dendam
– dunia iri hati
– dunia ketidaksabaran
– dunia keterikatan yang mengikat hati
– dunia yang tidak memberi ruang bagi damai Tuhan

PERGILAH dari sana!
Masuklah ke dunia baru di mana hati kembali bersih, dipulihkan, dan siap menyambut Sang Juru Selamat.

Saya pun dulu hidup dalam dunia lama itu, bahkan parahnya saya tidak sadar jika itu merupakan suatu penyakit yang perlu disembuhkan, saya pikir saya sedang baik-baik saja. Tetapi ternyata saya sedang menikmati dunia lama saya, mudah tersinggung, cepat marah, suara terbata-bata menahan emosi ketika sedang beda pendapat. Saya sulit menerima masukan bahkan ketika itu hal yang baik sekalipun. Itu terjadi dimana saja, termasuk dalam keluarga, hal itu terus muncul tanpa saya sadari. 

Tetapi Tuhan memakai kisah Zakheus untuk mengguncang hidup saya. Seperti yang pernah saya tulis dalam renungan kesaksian saya yang lalu (klik link), Tuhan mengajak saya PERGI dari pola hidup lama itu. Dan saya akhirnya sadar:

Dengan kekuatan sendiri, saya tidak mampu keluar dari dunia lama itu.
Tetapi dengan rahmat Tuhan, saya dituntun dan ditolong untuk melangkah.

Injil hari ini memberi kita penghiburan besar:

Yesus yang mengutus adalah Yesus yang menyertai.

Para murid tidak pergi sendirian. Tuhan bekerja bersama mereka, meneguhkan firman dengan tanda-tanda yang menyertainya. Begitu pula dengan kita: setiap langkah kecil menuju pertobatan, setiap usaha meninggalkan kehidupan lama, setiap keberanian membagikan kebaikan Tuhan—semuanya disertai oleh kasih-Nya yang nyata dan setia.

Karena itu, dalam masa Adven ini, marilah kita membuka hati untuk:

  • pergi dari dunia lama kita,
  • masuk ke dalam damai dan pemulihan yang Tuhan tawarkan,
  • dan menjadi saksi bagi orang-orang terdekat kita: keluarga, saudara, pasangan, rekan kerja.

Selamat masuk kedalam dunia barumu, dunia yang damai dan penuh Kasih.  
Dan yakinlah, Tuhan akan menyertai setiap langkahmu.


Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, terima kasih atas amanat-Mu yang penuh kasih. Engkau tidak hanya memanggil kami untuk pergi, tetapi juga menyertai kami dalam setiap langkah. Tolonglah kami meninggalkan dunia lama yang mengikat hati kami. Berilah kami keberanian untuk menerima pemulihan-Mu dan membagikan kabar gembira-Mu kepada sesama. Biarlah masa Adven ini menjadi kesempatan bagi kami untuk diperbarui dan diutus oleh-Mu.
Amin.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini. Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada teman atau keluarga agar lebih banyak orang mengalami sapaan-Nya. Tuhan memberkati.


Komentar

  1. Yesus yang mengutus adalah Yesus yang menyertai waa ayat ini memberi peneguhan buat sy.. semakin bersemangat utk mau melayani

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati