Arahkanlah Matamu Ke Langit











Ketika hidup terasa berat… jangan lihat bebanmu, tapi lihatlah Tuhanmu.

Renungan hari ini akan membuka mata iman kita ......


Renungan Rabu Masa Adven II — 10 Desember 2025

Rabu Masa Adven II
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yes 40:25-31
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.8.10
Bacaan Injil: Mat 11:28-30


Ayat Emas:
"Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat 11:28)


Renungan

Di masa ketika hati manusia mudah tertunduk karena beban hidup, firman Tuhan melalui Nabi Yesaya mengajak kita melakukan hal yang sederhana tetapi sangat mendalam:

“Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah!” (Yes 40:26)

Mengangkat pandangan ke langit bukan hanya tindakan fisik. Itu adalah gerakan batin—sebuah undangan untuk mengalihkan fokus dari beban kepada Allah yang Mahakuasa. 

Langit yang luas, tinggi, dan tak terbatas mengingatkan kita bahwa hidup kita tidak berada di tangan kekuatan kecil, melainkan berada dalam genggaman Tuhan yang setia dan tidak pernah lelah.

Yesus dalam Injil hari ini menyempurnakan ajakan itu dengan cara yang lebih personal:

“Datanglah kepada-Ku… kalian yang letih lesu dan berbeban berat.”

Dengan kata lain, menatap langit berarti mengarahkan pandangan kepada Allah, lalu Datanglah kepada-Ku berarti berani melangkah mendekat karena Dia yang sudah menanti dengan tangan yang terbuka. 

Saat kita lelah, kadang kita merasa Tuhan jauh atau tidak memperhatikan. Tetapi bacaan pertama menegaskan:

“Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah… yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru.”

Dan Yesus melanjutkannya dengan janji pemulihan:

“Kuk-Ku enak dan beban-Ku ringan.”

Maka hari ini kita diajak untuk tidak larut dalam lelah dan lesu, tetapi mengarahkan pandangan hati kepada Dia yang memulihkan. Saat kita mengangkat wajah ke langit—secara fisik maupun rohani—kita sedang bergerak menuju sumber kekuatan sejati.


Kearifan Lokal Dayak: Bacuramin Kasaruga

Tahun 2022, kami Team Pelayan Evangelisasi BPK Bogor menjalankan tugas yang diberikan oleh BPN untuk menjadi Mentor Pelatihan Pengajar Misi Evangelisasi di BPK Keuskupan Agung Pontianak. 

Saat Misa Pengutusan Pengajar KEP di Paroki Gembala Baik Pontianak, saya begitu tersentuh oleh kata-kata penutup sambutan  Moderator BPK KAP, Pastor Hermanus Mayong,OFMCap: 

“Adil ka' Talino — Bacuramin ka' Saruga — Basengat ka' Jubata.”

Dan umat menjawab dengan penuh semangat: “Arus… Arus… Arus!”

Ternyata ini diambil salah satu warisan luhur Suku Dayak. Kearifan lokal yang sungguh menyentuh hati saya, filosofi hidup yang mencerminkan pandangan, sistem nilai, serta identitas kolektif masyarakat Dayak.

Bacuramin Ka' Saruga -
Berarti Bercermin ke Surga

Filosofi ini mengingatkan setiap orang agar selalu meneladani nilai-nilai kebaikan dan kesucian. Seperti cermin, surga dijadikan ukuran dalam bersikap berucap dan berbuah sehingga setiap langkah manusia diarahkan menuju jalan yang benar.

Ungkapan ini luar biasa indah, dan menurut saya, selaras dengan bacaan hari ini:

  • Bercermin ke surga berarti menilai hidup dari perspektif Tuhan.
  • Bercermin ke surga berarti menatap acuan kebaikan, bukan pada  kelelahan.
  • Bercermin ke surga berarti menemukan kembali identitas kita sebagai anak Allah.
  • Bercermin ke surga berarti memandang segala hal melalui kasih Allah, bukan melalui beban hidup.

Dengan demikian, “Bacuramin Ka' Saruga” menjadi rumusan iman yang konkret:

Apa yang Yesaya katakan, “Arahkanlah matamu ke langit” dan dilanjutkan undangan Yesus,“Datanglah kepada-Ku”, terkumpul dalam satu kearifan lokal ini menjadi:

Mengangkat pandangan kepada Tuhan dan datanglah kepada-Nya.

Dengan kata lain, yang dilangit itu sudah di depan mata kita, karena firman Allah telah menjadi manusia. Arahkan hati dan datang kepada Yesus yang memanggilmu hari ini. 


Saat hidup terasa berat, hati kita sering memantulkan bayangan masalah. Tetapi ketika kita bercermin ke surga, bayangan itu berubah: kita melihat kasih, kekuatan, dan harapan yang nyata.


Mari refleksi diri : 

  • Ketika lelah, apakah pandanganku lebih sering tertuju ke beban atau kepada Tuhan?
  • Apakah aku sudah belajar bercermin ke surga dalam mengambil keputusan?
  • Adakah hal dalam hidupku yang perlu kubawa kepada Yesus hari ini supaya Ia memberi kelegaan?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu mengangkat pandanganku kepada-Mu.
Dalam setiap kelelahan dan kelemahanku, tuntun aku untuk datang kepada-Mu,
dan menemukan ketenangan sejati di dalam-Mu.
Kuatkanlah langkahku, terangilah jalanku, dan pulihkanlah hatiku.
Amin.


Terima kasih telah membaca renungan hari ini. Jika renungan ini memberkati Anda, silakan bagikan kepada teman atau keluarga agar lebih banyak orang mengalami sapaan-Nya. Tuhan memberkati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maria, Hawa Baru yang Membuka Jalan Keselamatan

Abu di Dahi, Pertobatan di Hati