Allah Setia Menepati Janji-Nya
Ia ingin lahir juga di hati kita—bukan hati yang sempurna, melainkan hati yang terbuka. Renungan Rabu, 17 Desember 2025 Masa Adven Warna Liturgi: Ungu Bacaan I: Kej 49:2.8-10 Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.3-4ab.7-8.17 Bacaan Injil: Mat 1:1-17 Renungan Dalam perjalanan iman, kita sering bertanya: mengapa Tuhan memilih jalan yang tidak sempurna? Mengapa Mesias tidak lahir di istana, melainkan di tempat yang kotor dan sederhana, di sebuah kandang? Hari ini Sabda Tuhan membawa kita kepada sosok Yehuda . Ia bukan anak kesayangan Yakub. Ia juga bukan pribadi tanpa cacat. Kita ingat bahwa Yehuda pernah mengusulkan agar Yusuf dijual sebagai budak —sebuah keputusan yang melukai saudaranya dan menghancurkan hati ayahnya. Itu adalah masa lalu yang gelap, dan mungkin sulit untuk dilupakan. Namun kisah Yehuda tidak berhenti di sana. Bertahun-tahun kemudian, ketika Benyamin terancam menjadi budak di Mesir, Yehuda tampil berbeda. Ia berdiri sebagai pembela di hadapan penguasa dan berkata: “B...